Geng Ketek Gondrong (2)

Melanjutkan tulisan di part 1, tentang geng paling berbahaya di Kota Malang. Geng Ketek Gondrong ini juga dulu pernah masuk pembahasan di Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Malang, karena tahun 2007 muncul isu bahwa geng ini akan menjajah kantin di seluruh SMA di malang, mengedarkan secara diam diam krim pelurus bulu ketek. Efeknya adiktif, sekali kena senggol itu krim, bulu2 langsung tumbuh lurus, lempeng, ga pake belok belok. Berbahaya sekali bagi perkembangan pembangunan Kota Malang.

Geng ini juga pernah merekayasa beberapa bengkel motor yang kondang di Malang. Mereka menempelkan filter khusus di knalpot motor, sehingga setiap asap yang keluar dari knalpot motor akan membawa zat khusus, yang bila tercium oleh hidung manusia, akan menstimulasi terbentuknya akar akar bulu ketek yang bisa memenuhi ketek penciumnya. Super sekali. Seram. Isu yang berkembang untuk proyek biadab ini, geng ini mendapat sokongan dana sebesar 14 ribu rupiah dari Komunitas Remaja Galau Asia Pasifik. Super sekali

Dan sudah tiba waktunya saya untuk memperkenalkan kepada anda, siapa siapa saja tokoh yang berperan di Geng Ketek Gondrong ini. Informasi yang anda baca disini semoga bermanfaat. Sehingga ketika anda berada dekat dengannya, anda bisa waspada untuk tidak mendekati area ketek (ketiak, red) nya. Berada kurang dari 9 meter dari area ini, anda berarti mengurangi umur anda 9 detik, dan menambah rangsangan tumbuhnya ketek anda 0,3cm. Menakutkan.

1. 

Jelas Irna Farah Nadiansyah adalah orang yang harus disebut pertama. Pengaruhnya begitu luar biasa. Ketika dia lahir, semua ibu yang melahirkan di rumah sakit itu dipaksa untuk berhenti ngeden sejenak, dan membiarkan Irna lahir dengan selamat. Dan ketika Irna mulai muncul, semua pasien, dokter, perawat, tukang parkir dan semua yang ada di rumah sakit itu standing applause, menangis penuh haru dan berdoa untuknya.

Ketika SMA, dia aktif di Triple-S Dance. Grup dance paling terkenal se Kota Malang. Dia pun menjadi bahan gunjingan se sekolah karena setiap ngedance dia selalu memamerkan keteknya yang inovatif dengan visi misi yang konsisten dan progresif (opo toh). Dia adalah remaja yang ngarep untuk bisa berpacaran dengan lelaki bernama XXXXXX (do i need to mention his name, na’?). Curhat setiap hari adalah tentangnya. Setiap curhat, dia sambil memlintir2 bulu keteknya, kemudian mencium cium baunya. Kemudian mencabut satu bulu keteknya untuk disimpan di kotak pensil. Sebuah tindakan amoral.

Dia mendirikan Geng Ketek Gondrong. Dia mengangkat dirinya sendiri sebagai Ketua. Dia bayar urunan sendiri, untuk dia belanjakan sendiri. Dia ngundang rapat sendiri, dia dateng sendiri, dia telat telat sendiri, ngomel2 sendiri, dan pulang sendiri. Sangat Absurd. Dan dia memaksa saya waktu itu untuk mengakuinya menjadi Ketua. Terpaksa saya mengakuinya karena saya tertekan oleh bulu keteknya yang melambai lambai. Saya lebih baik dipaksa roll depan sebelas kali daripada dipaksa untuk melihat bulu keteknya menari nari.

2. 

Tangan kanan dari bos ketua adalah Rizki Wulan. Dengan nama samaran, Kiwul, Qwoel, dan kalo di sms, sering menulis K!w03L L0uTchuU. Alamat emailnya adalah qiwulcelalucemungudh@hotmail.com dengan password aqkuwhcantikh. Setiap kebijakan yang dikeluarkan geng ini, selalu disimpan dan diadministrasikan dengan rapi olehnya. Dia punya hobi ngupil, ngumpulin upil, koleksi upil, dan terobsesi mendirikan pasar upil. Kreatif, kongkrit.

Dia tidak kalah berbahayanya dengan Irna. Rumahnya dekat Pom Bensi Tlogomas. Setiap ada truk bensin mau ngisi disana, harus lapor dulu ke dia. Dia meminta jatah dari sopir masing masing sebesar 14 butir upil, sebelum nyetok bensin. Sopir sopir kewalahan karena mereka dipaksa menguras habis isi hidungnya untuk disetor kedia. Dan kalo lagi marah, kiwul ini tidak segan2 mengobok obok sendiri isi hidung dari para korbannya. Seram sekali. Brutal

Dia pernah menjadi Sie Disiplin pas MOS. Tujuh dari Delapan anak baru takut ama dia. Bahkan hampir semua sopir angkot LDG juga takut sama dia. Dan senjata utamanya dia biar anak anak nurut kedia adalah dengan menunjukkan hidungnya yang penuh dengan upil. Apalagi kalau pas hidungnya kembang kempis, upilnya ikut maju,mundur,maju,mundur. Awkward sekali. Kalo ketemu dia, nitip upil cinta buatnya.

Anyway, saya mengakui kalo kiwul adalah cantik dan manis apabila dia bertingkah benar dan sewajarnya.

3. 

Anak Lowokwaru, siapapun yang rumahnya daerah Kalpataru, Sukarno Hatta, Cenggerayam, Sama’an,  adalah durhaka kalo tidak mengenal Rena Wijayanti. Seorang remaja Penjual Kambing paling sukses se Afrika Selatan. Dia mengenal betul kambing mana yang berkualitas bagus, dan kambing mana yang doyan ama daun muda. Dinas Peternakan Kabupaten Malang secara khusus memintanya menjadi staf ahli pemeriksaan ketek kambing. Dia bertugas mengukur panjang bulu ketek kambing, memeriksa kebersihannya, mencium baunya, dan memastikan bulu ketek kambing itu tidak melebihi panjang bulu keteknya. Sebuah pekerjaan mulia.

Dia juga remaja yang cengar cengir. Tapi dengan Cengar cengirnya, dia berhasil memikat para lelaki, hingga banci. Dia sangat berpengalaman soal pacaran. Pacarnya tersebar di setiap kecamatan. Dan kalo mau jadi pacarnya, harus ada surat keterangan dari Kelurahan. Katanya sih buat Legalisasi Sertifikat. Super sekali. Rambutnya pernah mengalami masa masa labil. Pernah lurus, belok, tikungan, mlungker, kriting, bondingan, sampai mohawk pernah dia jalani. Dia pindah dari satu salon ke salon yang lain demi mencari capster salon yang berbulu ketek lebat. Untuk dia ambil, dan didoktrin menjadi bagian dari Geng Ketek Gondrong. Sebuah sistem yang luarbiasa rapi.

Suatu saat ada remaja ganteng yang mau ulang tahun. Dia bela belain muter2 pasar hewan buat mencarikan kado buatnya. Disana, semua preman dia kerahkan untuk mencari hamster terbaik. Fit&proper test dia lakukan dengan seksama. Dia ukur bulu keteknya, dia periksa hidungnya, dia pastikan pantatnya normal (bukan korban sodomi). Terpilihlah sebuah hamster untuk dihadiahkan, diberi nama Darno. Nama yang saat itu sangat internasional, dan sempat menjadi Trending Topic twitter selama kurang lebih 4 detik. Super sekali.

4. 

Dan apabila anda adalah remaja Sawojajar, anda tak boleh untuk tidak mengenal Kalinda Sufi Istifarah. Dia adalah orang yang mengizinkan Pertamina untuk membuka Pom Bensin disana. Dia pula yang melakukan deal dengan Giant Hypermarket untuk bisa berjualan di perumahan nasional yang katanya paling besar se Jawa Timur itu. Dan segala kesuksesannya itu, hanya membutuhkan syarat agar kerjasamanya lancar, bulu ketek anda haruslah licin dan tidak boleh melebihi 17 cm. Karena 17cm adalah angka terpanjang yang pernah dia catat untuk tingkat kepanjangan bulu keteknya.

Kalinda juga seorang pialang saham dan pelaku perdagangan forex yang handal di salah satu kampus yang namanya kita samarkan menjadi Universitas Brawijaya. Dia mengusir tetangga depan rumahnya, kemudian dia jual rumah itu, dan dia pergunakan untuk modal bermain saham. Dia pernah diundang di Rapat Umum Pemegang Saham PT Telkom Indonesia, dan dia mengusulkan pergantian nama Telkom, menjadi Ketek. Usulan ini ditolak oleh para pemegang saham yang lain. Dia tak menyerah, dia bikin perusahaan sendiri bernama Ketek Indonesia, dengan kode di Bursa Efek Indonesia adalah KETI. Sebuah nama yang seram untuk produk investasi. Perusahaan KETI ini 2011 berganti nama menjadi Ketek Indonesia Bahagia Sejahterah, dan disingkat KETI BASAH. Sangat mencerminkan orangnya.

Kalinda adalah bendahara geng ini yang cukup disegani. Dia berhasil masuk di sistem yang luarbiasa rapi. Dia menjalin kerjasama dengan salon salon yang ada di malang. Setiap ada pelanggan yang cukur bulu ketek, dia tidak segan segan untuk mengumpulkannya dan kemudian menjualnya ke mafia bulu ketek di Italia. Dalam seminggu, dia bisa mengumpulkan sekarung bulu ketek yang dia pergunakan untuk menyambung bulu ketek dan menyambung kehidupan anak bangsa. Mulia sekali

 ***

Untuk part 2 ini, saya cukupkan disini dulu. Part 3 akan berlanjut dengan anggota Geng Ketek Gondrong berkelamin pria yang tak kalah hebatnya. Juga nanti akan ada bintang tamu yang juga akan saya bahas di part 3. Anda penasaran, silahkan ditunggu saja. *berasa banyak yang nungguin aja*

Nama nama yang saya sebutkan di atas adalah nama samaran. Apabila ada yang merasa memiliki nama diatas, ataupun memiliki teman yang namanya tercantum diatas, percayalah itu hanya kebetulan semata. Tidak mungkin lah saya ngece ngece sahabat sahabat saya sendiri. Betul tidak?

Geng Ketek Gondrong (1)

Yak, hari ini adalah tanggal 9 Januari 2012. Nothing special.

Tapi tanggal ini menjadi spesial karena, 4 tahun lalu, 9 Januari 2008, saya masih menjadi anak SMA. Masih berseragam putih abu abu. Masih unyu. Masih lucu. Menawan. Dan mempesona.

Hari ini saya tiba tiba menjadi sangat mellow dan kangen dengan sahabat sahabat saya semasa muda. Semasa SMA dulu. Saya kangen dengan guyonan mereka, saling mencaci, memisuhi, dan semacamnya. Nostalgia masa SMA seru kali yaa

***

Ini merupakan cerita mengenai Geng Ketek Gondrong.

Tahun 2007 menjadi tahun yang berbahaya bagi para siswa SMA se Malang raya. Karena di tahun ini, lahir sebuah geng yang memiliki tingkat ke-alay-an yang sangat tinggi, disegani seantero Kecamatan Sukun (salah satu kecamatan paling brutal di Malang :p), biang kerok kerusuhan di Polehan (salah satu nama wilayah di Malang, terkenal brutal juga), pelaku pengrusakan pom bensin di Rampal, serta tersangka utama kebangkrutan pedagang cilok di depan SMA 8 Malang.

Geng Ketek Gondrong ini didirikan oleh salah seorang siswi SMA 8 Malang yang paling klasik mukanya, cengengesan, tingkahnya seperti kuda, narsisnya mentok, dan sering kejang kejang ga jelas karena terdeteksi epilepsi bercampur kecenderungan obsesif kompulsif. Tahun 2005 hingga 2008, tak ada satupun anak SMA 8 yang ga kenal sama pendiri geng ini. Mulai sudut ke sudut, semua orang mengenal bocah ini. Namanya selalu disebut ketika upacara bendera. Guru Tatib takut menuliskan namanya di buku catatan pelanggaran. Ketika pelajaran olahraga, lomba lari, tak ada satupun anak yang berani nyalip dia. Ketika ujian praktek kimia, waktu itu bedah perut katak, kami sekelas menyeleksi katak terbaik untuk dibedah olehnya. Bentuk ketaatan kami kepadanya. Sosok paling berpengaruh di SMA 8 Malang. Seorang wanita yang kalau lewat traffic light, serentak lampu berubah menjadi hijau. Perkenalkan, Irna Farah Nadiansyah. Remaja Gaul Masa Depan *petirmenyambar *hujanderas *anginbadai

Dengan kepemimpinannya yang tegas dan seringkali geje, Geng Ketek Gondrong berhasil dibawanya menuju puncak kejayaan. Ibu ibu kantin semua tunduk kalo Irna mulai melangkah menuju kantin. Pangsit ceker yang biasanya cekernya kecil, sengaja dicarikan ceker terbesar se Pasar Blimbing, khusus untuk Irna. Gorengan yang biasanya digoreng pake minyak goreng plastikan murahan, demi Irna rela diganti dengan Minyak Wangi yang melewati 7 kali proses penyaringan. Pempek kapal selam, dikasi se kapal selam dan seisi isinya. Hanya demi Irna. Sang Pujaan.

Geng Ketek Gondrong ini diperkirakan saat ini anggotanya sudah berjumlah 17 juta manusia tersebar di seluruh penjuru apotek dan tukang siomay se Jawa Bali. Dari 7 milyar manusia di bumi ini, 4 milyar diantaranya diklaim memiliki ketek gondrong, dan 3 milyar diantaranya terpantau gondrong parah. Halah. Dan dari 240 juta penduduk Indonesia, 180 juta diantaranya merupakan penduduk dengan ketek gondrong. Ada yang gondrong alami, ada yang gondrong karena diplintir2. Gondrongnya pun ada yang lurus, ada yang kriwil2, ada yang ikal, ada juga yang mohawk. Namun tak ada satupun yang keteknya melebihi kegondrongan keteknya Irna (huehehe, peace na :p). Super sekali.

Saya akan menjelaskan satu persatu tokoh tokoh yang mewarnai berdirinya Geng Ketek Gondrong, yang hingga saaat ini menjadi salah satu geng paling diperhatikan se Sumbersari. Selalu menjadi trending topic worldwide di malam minggu (ngimpiii). Dan selalu menjadi pembahasan rapat RT 06 setiap kali rapat mingguan (opo toh).

Tapi itu akan saya jelaskan nanti, di postingan part 2. Untuk sementara silahkan dicerna dulu gambar ini. Para dedengkot Geng Ketek Gondrong

Lihatlah, betapa seram tampang mereka.

See you on part 2

Selalu Suka Tahun Baru

Oke, selamat membaca ya.

Pertama saya ingin ucapkan dulu selamat Tahun Baru 2012 bagi kita semua. Semoga setiap huruf yang ada dalam harapan dan doa kalian semua bisa terkabul di tahun 2012. Doakan saya juga ya 🙂

===================================================

Oke, saya mau bercerita soal kenapa saya selalu suka dengan suasana Tahun Baru. Bukan seremonialnya, bukan selebrasinya, bukan terompetnya, bukan kembang apinya, bukan party nya, bukan hal hal semacam itunya. Ada satu hal yang membuat saya selalu merindukan momen momen menjelang tahun baru.

Karena sebetulnya juga saya bukan orang yang suka dengan hura hura hingar bingar, party, berfoya foya, ngabisin duit di akhir tahun. Hanya demi membuka lembaran awal tahun. Nah, saya bukan orang yang  seperti itu.

Saya selalu suka dan teramat merindukan suasana Tahun Baru adalah karena di momen ini mendadak semua orang menjadi punya visi. Harapan harapan orang orang muncul dengan membabi buta. Yang biasanya bingung ditanyain, kamu tahun depan mau ngapain, nah di momen ini semua orang inspirasinya terbuka semua. Semua menjadi lancar menyebutkan harapan harapan yang ingin dicapainya. Super sekali. Yang biasanya males, mendadak punya mimpi skripsi selesai di tahun depan. Yang biasanya sering godain cewek, mendadak punya mimpi pengen dapet cewek muslimah solehah calon istri. Istimewa.

Berikutnya adalah, momen Tahun Baru ini menjadi sangat saya senangi karena mendadak semua orang sedunia berdoa, semua menjadi religius, semua menjadi orang ‘benar’. Entah itu berdoa secara personal, berdoa bersama, berdoa di club, berdoa di panggung musik, berdoa di dangdutan, dan sebagainya. Dan dimanapun itu, luar biasa sekali karena semua orang menjadi sangat agamis dan mau berdoa. At least disini kita perlu bersyukur karena masih ada yang ingat Tuhan (iya kah?).

Dan berikutnya kenapa saya suka momen Tahun Baru adalah, di momen ini, semua orang nggak cuma berdoa, tapi mendoakan orang lain. Ini yang super. Terlihat sekali di twitter di Facebook, ketika muncul update-an berupa doa, harapan, dan cita cita, pasti ada yang berkomentar Amien, ngeretweet, dan semacamnya. Luar biasa sekali. Kapan lagi lho doa kita di-Amien-i oleh orang banyak. Apalagi oleh orang orang tersayang dan penting dalam hidup kita.

====================================================

Another story. Karena ini blog, ya tentu saya semestinya menceritakan aktivitas saya sih. Saya menghabisakan malam tahun baru bersama teman2 dan sahabat sahabat kampus, di rumah Dhea Tilottama. Di daerah Jalan Kaliurang, yang rupanya kesananya cukup jauh kalo dari Jakal nya. Melewati sawah sawah yang gelap gulita, tapi elegan mendampingi perumahan perumahan mewah di samping sampingnya.

Menjadi menyenangkan karena disana kita bakar bakaran, seru seruan. Ada sate sosis, bakso, ayam, jagung, yang kita bakar penuh dengan suka cita dan cinta kasih sesama manusia (preeet). Makan bersama, ketawa ketawa, saling menghina, ngece, caci maki, foto foto, dan hal hal menyenangkan lainnya. Sederhana, tapi kebersamaan yang dicari.

Kemudian kita ke lapangan dan bermain kembang api. Senang melihat semua tertawa. Wajah wajah bahagia penuh harapan. Walaupun ada pula wajah wajah mesum yang jelas tidak bisa disembunyikan (colek: Rio). Wajah wajah klasik nan culun :p (colek Pity). Dan wajah serupa raditya dika (colek Yudis). Dan wajah cantik yang membanting wajah seluruh wanita (siapa lagi kalo bukan tuan rumah).

Dan terakhir adalah momen favorit saya. Ketika di lapangan, kita semua berkumpul melingkar. Dan berdoa bersama untuk keberhasilan kita di tahun mendatang. Kita saling mendoakan skripsi, saling mendoakan kuliah, saling mendoakan jodoh (-_-!), dan banyak hal, kita doakan bersama.

 

Introduce my best fellas: Dian Anggraini, Cesar Rio, Hapsari Noor Safitri, Yenni Aprilia, Annisa Dephiandaru Tilottama, Chery Arti Pratiwi, Yudistira Adi Satryo, Fauzan Maulana, Ardhi Nugroho.

Follow them, They’re Awesome!

It’s a very nice to have you all guys!

 

Happy Seriously New Year 2012

Mungkin, ini tahun baruan terakhir kita sebagai mahasiswa. Jadi, jangan di sia sia ya

Yuk skripsinya digarap teman teman

Feeling

Its about the feeling.

Masih ada hubungannya dengan postingan sebelum ini sih. Soal banyak sekali orang yang menanyakan gimana perasaan saya setelah lengser, setelah tak lagi menjadi Ketua LM, organisasi yang besar dan membesarkan saya. Dan saya sih sebenarnya sudah cukup bosan dengan pertanyaan.

“Piye lih perasaanmu setelah lengser?”

“Ciyee, yang udah lengser, sedih ya, sedih ya”

“Wuss, mau dilengserin, galau galau”

Biasanya, saya jawab dengan senyum, lalu ZZZZZZZZZZZZZZZZ

 

Ya sekalian saya mau curhat disini ya kalau masih ada yang nanyain saya gimana perasaan saya sekarang dan saat ini, terutama kemarin selama PlisKaLMPsi (Pemilihan Langsung Ketua LM Psikologi) hingga Sidang Umum kemarin.

Ya, saya merasakan semuanya saudara saudara. Saya merasa sedih, merasa lega juga, merasa takut, merasa senang juga, merasa excited, galau juga iya, deg degan juga, bingung iya, akan kangen juga iya, cengengesan juga iya. Ya semuanya saya rasakan lah.

===============================

Hari senin kapan gitu ya, pas di kelas Tes Kepribadian Proyektif. Jadi saya datengnya telat karena sebelumnya lagi ada kunjungan dari UIN Malang. Saya masuk kelas jam 14.15 (kelas mulai 13.30 :D). Ya saya telat.

Terus pas kelas berakhir dan selesai. Saya segera maju ke depan mau ngisi absen. Mungkin karena saya tampangnya lugu innocent tak berdosa gitu ya, ganteng pula, saya keliatan bingung. Trus seorang makhluk yang sebut saja namanya Rahmadhani (nama samaran :D) tiba tiba bilang, “Galiiih, kamu tu ngapaiin, ga usah post power syndrome deh. Kayak orang bingung aja”.

Zzzzzzzzzzzzzzzzz

Ya saya emang bingung, saya kan belum ngisi absen.

Ya saya juga emang bingung sih. hehehe. Bingung kenapa saya bingung.

Karena segala rasa itu sedang bercampur-campur,

 

Anyway, Enjoy your day everyone

Life is nice, you just need to be a part of a happiness, or you are the one who making lot of happiness around you.

 

Post Power Syndrome?!

Oke, selamat pagi siang malam semuanya

Mau sedikit berbagi ya. Post Power Syndrome, dengan ini saya nyatakan sebagai kata kata yang paling sering saya dengar minggu ini. Kata kata ini sering sekali keluar dari mulut siapapun yang saya temui, mulai dari kosan hingga ke kampus. Mulai dari lelaki hingga perempuan. Mulai dari tua hingga muda. Mulai dari Tasik, hingga ke Sukabumi. Halah

Yak pada intinya, menjelang akhir kepengurusan saya di LM, kata kata ini (mungkin) oleh sebagian orang di-judge-kan ke saya. Seolah olah menegaskan kalo orang mau lengser dari jabatannya, dia mengalami Post Power Syndrome. Hmm, permainan istilah sih. Entah mereka tahu nggak sih sebenarnya Post Power Syndrome itu.

Lalu saya pun merasa perlu untuk mencari tahu.

Saya sih mengartikan Post Power Syndrome sebagai situasi, dimana seseorang merasa terjebak di ‘masa lalu’ kemudian gagal dalam memandang realita hidup yang dia jalani saat ini. Relevansinya dengan power adalah, seringkali syndrome ini dialami oleh orang orang yang telah ‘selesai’ dari jabatan tertentu. Biasanya jabatan tinggi yang mendapat banyak prestise dan kebanggaan disana sini. Sehingga wajar, kondisi itu terus diidamkan oleh orang yang bersangkutan, bahkan setelah tidak lagi menjabat (post power). Di Indonesia, seringkali syndrome ini dialami oleh pensiunan PNS, TNI, dan Polri.  Walaupun pekerjaan bidang lain juga memiliki potensi yang sama.

Secara umum, orang yang mengalami post power syndrome sebenarnya diliputi rasa kecewa, bingung, kesepian, ragu-ragu, khawatir, takut, putus asa, ketergantungan, kekosongan, dan kerinduan. Selain itu, harga dirinya juga menurun, merasa tidak lagi dihormati dan terpisah dari kelompok. Semua ini biasanya tidak begitu disadari oleh yang bersangkutan. Sumber

Nah, poinnya disitu. Kadang tidak disadari oleh yang bersangkutan. Dan uniknya justru disadari oleh orang orang di sekitarnya.

Pertanyaannya adalah, Do i look like that?

Do i look as desperate as that so you judge me i’m in case of Post Power Syndrome?

Hehehe, gak emosional sih sebenarnya. Karena lantas kemudian saya juga tahu kalau Carlos Tevez pernah mengalami ini ketika dia pindah dari MU ke Man City. Dia pindah ketika dia sedang berada di puncak karirnya bersama MU, dan kurang bersinar di awal permainannya di City. Gagal berkembang di City membuatnya merindukan suasana kegemilangan di MU, dan dia ter-judge oleh media sebagai seorang dengan Post Power Syndrome. Dan judge itu makin memuncak ketika Tevez gagal memenangkan timnya melawan bekas timnya. Tekanan luar itu begitu berat. Apa salah Tevez?

Britney Spears, orang terkenal itu, gara gara kelakuan ga benernya bermain obat obatan dan alkohol, juga sempat terasingkan dari hingar bingar kesuksesan yang dia rasakan sebelumnya. Kemudian kita semua tahu si cantik ini terpaksa digunduli rambutnya di Pusat Rehab. Hidupnya hancur, keluarganya hancur. Saya pernah baca di mana gitu, kakak Spears ini hampir tiap hari menangis di kamarnya di pusat rehab mengingat jerih payahnya selama ini dia bangun, dengan sangat tidak berkesan dia hancurkan sendiri. Dan tau sendiri lah, media di AS dan paparazzinya sangat menanti berita berita semacam ini untuk ‘membunuh’ sang artis.

Bahkan dari tulisan yang saya baca disini, Post Power Syndrome pun juga bisa menggejala di dunia global, lingkup kenegaraan. Ketika perekonomian dunia dan negara berkembang sedang jaya jayanya dengan asupan modal dari G7, G20, BRIC, dll (yang notabene negara negara di Eropa dan Amerika), Post Power Syndrome menggejala kepada negara bergantung itu (termasuk Indonesia) kala perekonomian di Eropa dan Amerika merosot. Asupan modal yang biasanya diterima dengan lancar, mulai seret. Negara negara berkembang kalang kabut dan mulai mencari pemecahan dengan mulai meningkatkan kerjasama dengan China dan India. Memang, situasi Post Power Syndrome merupakan situasi yang tidak nyaman, diliputi keraguan, ketidakpastian, dan pastinya adalah kerinduan terhadap masa jaya.

Ya pada akhirnya saya hanya bisa menanggapi tembakan Post Power Syndrome ini dengan senyum terbaik yang saya punya. Saya yakin siapapun di posisi saya juga pasti pernah merasakan ‘judgement’ ini, entah disadari atau tidak.

Because life is simple, why dont we just make it nice?

 

Meja Berantakan = Sukses

 

Tulisan ini bukan merupakan sebuah pembenaran atau apa. Diawal tulisan ini, saya mau mengatakan bahwa orang dengan meja belajar/meja kerja berantakan, adalah calon orang sukses.

***

Meja belajar saya ini berantakan. Sepanjang sejarah saya hidup di kamar ini. Meja belajar ini pernah rapi dan bersih dan enak dipandang. Situasi menyenangkan itu mungkin terjadi 3 kali dalam setahun, dan paling lama cuma bertahan 4 hari. Selebihnya, menyenangkan sekali ada banyak barang barang warna warni bertebaran di meja belajar saya.

Sedikit deskripsi benda benda yang ada di meja belajar saya saat ini ya. Semoga kalian bisa membayangkan. Ada laptop, fan laptop,mouse,parfum,dos HP,kabel charge, kertas2 ga jelas, sertifikat seminar, kertas 1 rim, bungkus foto studio, Tip X, CD, buku, kamera analog, dompet, gunting, gelas, HP, sachet2 minuman, gantungan kunci, pin, Rubik 4×4, rubik ular, botol madu, flashdisk, asbak, korek, sendok, garpu, kunci motor, KIK, cotton bud, gula, jam tangan. Itu yang terlihat, entah ada makhluk tak terlihat apa yg juga ikut bertebaran di meja belajar saya ini.

Saya katakan bahwa semakin banyak benda bertebaran di mejamu, menandakan semakin aktifnya fungsi otakmu. Kenapa? karena otakmu bergerak dan bekerja dengan sangat maksimal. Dia menggunakan banyak sekali alat alat disekitar untuk menunjang aktivitas, dan kemudian menyimpan alat itu di meja belajar. Perkembangan otakmu akan optimal, karena otakmu akan merecall kembali dimana tempat menyimpan alat alat itu. Otakmu akan senantiasa terlatih mengingat lokasi dan bentuk benda.

Saya katakan bahwa semakin banyak benda bertebaran di mejamu, menandakan kamu orang yang (berpotensi) kreatif. Karena ketika kamu belajar, kamu melihat banyak sekali benda yang bisa diamati. Bukan plain, rata, rapi, sepi. Kamu akan menerima banyak stimulus untuk memunculkan ide ide mu.

Saya katakan bahwa semakin banyak benda bertebaran di mejamu, menandakan kamu orang yang punya banyak sekali aktivitas menyenangkan. Sebegitu banyaknya agenda kegiatanmu hingga merapikan meja belajar bukan sesuatu yang perlu di agendakan. Aktivitas menyenangkan lebih kamu dulukan daripada merapikan meja belajar yang melelahkan dan membosankan. Karena rapi hari ini, artinya adalah berantakan lagi di esok hari 🙂

Berantakkanlah meja belajarmu. Ciptakan imajinasi liarmu dari benda benda yang kamu lihat di atas mejamu. Kumpulkan sebanyak banyaknya benda di meja belajarmu. Warnailah meja belajarmu dengan warna warna tak terduga. Isi dengan benda benda yang tak semestinya. Hidupkan kreasimu, Jendral!

 

Ketika Aktivis Ditampar Ibunya

Orang bilang anakku seorang aktivis. Kata mereka namanya tersohor dikampusnya sana. Orang bilang anakku seorang aktivis. Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat. Orang bilang anakku seorang aktivis. Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak? Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu.

Anakku, sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis. Dengan segala kesibukkanmu, ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat. Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak, tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia.

Anakku, kita memang berada disatu atap nak,di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini. Tapi kini dimanakah rumahmu nak? ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini. Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu dirumah, dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu. Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut. Mungkin tawamu telah habis hari ini, tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu. Ah, lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti, bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu. Atau jangankan untuk tersenyum, sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkau engkau, katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal, andai kau tahu nak, ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini, memastikan engkau baik-baik saja, memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu. Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak, tapi bukankah aku ini ibumu? yang 9 bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku..

Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu, engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu. Engkau nampak amat peduli dengan semua itu, ibu bangga padamu. Namun, sebagian hati ibu mulai bertanya nak, kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak?

Anakku, ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu. Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu. Memang nak, menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat, tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan. Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak?bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?

Anakku, ibu mencoba membuka buku agendamu. Buku agenda sang aktivis. Jadwalmu begitu padat nak, ada rapat disana sini, ada jadwal mengkaji, ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting. Ibu membuka lembar demi lembarnya, disana ada sekumpulan agendamu, ada sekumpulan mimpi dan harapanmu. Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya, masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana. Ternyata memang tak ada nak, tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini. Tak ada cita-cita untuk ibumu ini. Padahal nak, andai engkau tahu sejak kau ada dirahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu, putra kecilku..

Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka, mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional. Boleh ibu bertanya nak, dimana profesionalitasmu untuk ibu? dimana profesionalitasmu untuk keluarga? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat ?

Ah, waktumu terlalu mahal nak. Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu..

Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta, ibu, ayah, kakak dan adik. Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik. Dan hingga saat itu datang, jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan. Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan. Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai.

Untuk mereka yang kasih sayangnya tak kan pernah putus, untuk mereka sang penopang semangat juang ini. Saksikanlah, bahwa tak ada yang lebih berarti dari ridhamu atas segala aktivitas yang kita lakukan. Karena tanpa ridhamu, Mustahil kuperoleh ridhaNya…”

***

Tulisan diatas bukanlah tulisan saya. Saya hanya copas dari salah satu postingan rekan di salah satu grup di Facebook, yang bahkan di postingan itu, juga tidak ada identitas siapa yang menulis tulisan indah diatas.

Siapapun anda yang menulis kisah diatas, saya ucapkan sangat banyak terima kasih atas tamparan, bantingan, dan tusukan jleb jlebnya. Teringin sekali saya menuliskan sumbernya, tapi yah, saya bingung siapa sumber penulis utamanya.

***

Dalam diri ini saya menangis. Situasi inilah yang saat ini sedang saya alami. Masa masa akhir kepengurusan, segala kegundahan itu menumpuk. Saya harus berpikir bagaimana mewariskan LM ke pengurus berikutnya, saya berpikir untuk segala kegiatan saya selama ini, larut malam saya pulang dari rapat, hari hari saya dihabiskan di kampus dan di organisasi. Seringkali sms dari Ibu baru terbalas beberapa menit (bahkan beberapa jam) kemudian hanya karena saya sedang rapat, seminar, atau sedang berbicara dengan orang orang lain. Durhakanya saya.

Padahal ibu hanya bertanya kabar, skripsi, dan mengingatkan sholat. Tampar aku Ibu. Tampar

Setelah pertama saya baca tulisan ini, saya langsung SMS ke ayah dan ibu saya. Simple, hanya memberitakan kabar saya, dan mohon doa restu atas apapun yg saya lakukan saat ini. Tak ada yang lebih indah melebihi doa dan restu nya.

Bapak, Ibu, Saya hanya bisa mendoakan dari sini. Untuk kesehatanmu. Untuk kebahagiaanmu. Untuk keberhasilan putra putra mu.

Menulis Pertama

Alhamdulillahhirobbil Alamin

Setelah sekian lama akhirnya saya nge-blog lagi, dan akhirnya blog ini siap juga untuk dinikmati.

Blog ini nantinya akan berisi apapun yang ingin saya sampaikan lewat blog ini. Bisa soal curahan hati, catatan perjalanan kuliner, caci maki, kegundahan, traveling story, dan apa lah, suka sukanya badan saya mau nulis apa.

Blog ini akan sangat di dominasi oleh warna hitam, putih, dan merah. Tiga warna favorit saya, ditambah warna biru. Saya siapkan penyampaian secara simple dan apa adanya lah.

Dan semoga aktivitas ini menjadi konsistensi saya pribadi untuk terus menulis dan berbagi.

Salam Olahraga,